Tampilkan postingan dengan label Orti Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Orti Bali. Tampilkan semua postingan

ISIS Penggal Pendeta Hindu di Bangladesh, Wow!! | SapaanBerita


Gerombolan simpatisan ISIS penggal pendeta hindu di Bangladesh
polisi menjaga TKP pembunuhan pendeta hindu di bangladesh
sapaanberita - Seorang pendeta Hindu terpandang di Bangladesh, ditemukan tewas terpenggal kemarin. Jogeshwar Roy (55) meregang nyawa sesaat sebelum memimpin ibadah pagi di Kuil Deviganj, Kota Panchagarh, 480 kilometer sebelah utara Ibu Kota Dhaka.


Polisi menyatakan rombongan terdiri dari setidaknya lima laki-laki dewasa menyerang Roy yang berada di hala

man belakang kuil, dekat teras rumahnya. Dia ditembak, kemudian dipenggal memakai parang. Para pelaku bergegas kabur setelah beraksi. Selain sang pendeta, tiga warga Hindu yang berusaha menolong luka-luka karena ditembak pelaku.

�Jogeswar Roy (45 tahun), diserang oleh dua orang bersenjata pistol dan parang di rumahnya di kuil pada hari Minggu,� ujar seorang polisi setempat.

Polisi menambahkan, saat itu anggota ISIS mengendarai sepeda motor itu menyerang imam dengan senjata tajam dan melukai dua umat yang mencoba untuk membantu dia.

�Imam saat bersiap-siap untuk berdoa pagi ketika mereka menerkam dia dan memenggal kepalanya di beranda rumahnya di dalam kuil. Kami menemukan noda darah di lokasi kejadian,� kata administrator pemerintah, Shafiqul Islam.

Tapi, Pemerintah Bangladesh bersikeras mengatakan kelompok ISIS tidak aktif di negara tersebut.

Namun, kelompok ISIS mengaku telah beraktivitas di Bangladesh.


eksekusi mati dari isis

ISIS juga mengkalim penyerangan pada bulan Oktober di sebuah kuil Syiah di Dhaka yang menewaskan satu orang dan melukai lebih dari 80 orang.


Kantor berita Reuters melaporkan, Senin (22/2), simpatisan Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) mengaku bertanggung jawab. Aksi pembunuhan keji ini disetujui oleh komando ISIS melalui akun jejaring sosial telegram.


"Para prajurit khilafah menyingkirkan Jogeshwar Roy yang merupakan seorang pemimpin kuil kafir hindu," tulis pernyataan ISIS.


Polisi menduga, simpatisan ISIS ini adalah anggota Jamiyatul Mujadihin Bangladesh (JMB), kelompok intoleran yang banyak melukai blogger liberal atau atheis di negara mayoritas muslim tersebut. Kelompok ini sering menyerang umat beragama minoritas, termasuk warga Syiah, anggota tarekat Sufi, Kristen, serta pemeluk Ahmadiyah. JMB dinyatakan terlarang oleh pemerintah Bangladesh. Serangan teror, diduga terkait JMB, beberapa kali terjadi selama setahun terakhir.


Pemimpin Distrik Deviganj, Shafiqul Islam, berjanji mengerahkan aparat untuk menangkap para pelaku. "Kami telah memperoleh petunjuk awal dari parang yang tertinggal di lokasi pembunuhan," tuturnya.


Komunitas Hindu di Bangladesh belum berkomentar mengenai pembunuhan Roy. Pemeluk Hindu di negara pecahan Pakistan itu mencapai 10 persen dari total 160 juta penduduk.

source: 
merdeka.com
kriminalitas.com

Mengungkap Kebohongan Mitos Mayadenawa, Wow!! | SapaanBerita



illustrasi ogoh-ogoh mayadenawa



Galungan adalah hari raya besar keagamaan yang hingga kini masih dirayakan umat Hindu di Bali. Perayaan yang jatuh setiap Buda Kliwon wuku Dungulan ini merupakan peringatan terhadap menangnya dharma atas adharma. Dharma adalah suatu istilah dalam Hindu, jika diterjemahkan secara gampang ia bermakna kebenaran. Sebaliknya adharma adalah kebalikan dari dharma, yaitu aspek ketidakbenaran atau kejahatan.

Hari raya ini berpedoman kepada kitab Usana Bali yang ada memuat cerita Maya Danawa, seorang raja di Bedahulu yang konon atheis, melarang rakyatnya menyembah Tuhan. Paling tidak, demikian kitab Usana Bali menyebutkan, Raja Maya Danawa ini pula selanjutnya diidentikkan sebagai pihak yang mewakili tokoh adharma di masa silam, sedangkan tokoh dharma-nya adalah Dewa Indra. Beginilah kehebatan cerita yang berkisah tentang terjadinya peperangan antara manusia (Maya Danawa) melawan Dewa (Dewa Indra, Hyang Pasupati dan Dewa Mahadewa).

Namun, bagi Drs. Made Dhama, MBA.MM, cerita Maya Danawa itu tak lebih dari cerita rekayasa penguasa masa silam yang berkaitan dengan persaingan antar sekte di Bali. �Cerita Maya Danawa yang diwarisi masyarakat Bali sekarang ini tak lebih dari muslihat pembelaan golongan dan penistaan golongan kepercayaan lain,� katanya. Guru Made Dama, demikian ia akrab disapa, menduga sangat mungkin cerita ini disusun pada zaman raja Dalem Waturenggong di Gelgel. Entah siapa yang mengarang cerita yang melegenda ini, yang pasti penyusunnya tentulah pengikut sekte Saiwa dan pemuja Indra.

Maya Danawa sejatinya bukanlah suatu figur yang nyata, namun ia lebih merupakan mahluk ilusi yang dihakimi oleh penulis cerita dalam pikirannya. Maya Danawa lebih menunjuk kepada suatu kata sandi, yaitu Maya-Danu dan Wa. Maya berarti hilang, Danu artinya air, dan Wa berarti pengikut. Jadi Maya Danawa memuat arti rahasia tentang lenyapnya pengikut Dewa Air (Wisnu) di Bali. Sebaliknya pengikut Saiwa mengesahkan kemenangan hegemoninya dalam cerita tersebut, terbukti dengan suksesnya Dewa Mahadewa dan Dewa Indra menumpas Raja Maya Danawa. Dengan demikian, sesuatu yang disembunyikan di balik cerita ini adalah persaingan sengit faham Siwa Sidhanta dan Waisnawa di Bali.

Perseteruan faham ini nampaknya kian memuncak di zaman Gelgel, kerajaan yang berdaulat penuh atas Pulau Bali saat itu. Faham Waisnawa yang lebih mengedepankan aspek Jnana Yoga dan meminimalkan ritual-ritual meriah rupanya telah menjadi ancaman yang merongrong eksistensi keberadaan faham Siwa Sidhanta zaman itu. Faham Waisnawa lebih sibuk dengan pendalaman tattwa, mengedepankan jalan bhakti dengan yoga kemudian dikritik habis-habisan oleh pengikut faham Saiwa. Penyembah Dewa Air (Danu) ini kemudian dihakimi sebagai orang-orang atheis, karena dianggap telah �berdosa� oleh pihak lain, karena sedikit melakukan upacara-upacara, tidak seperti yang biasa dilakukan oleh para pengikut Saiwa.


Dalam Bhuwana Tattwa Rsi Markandeya yang disusun Ketut Ginarsa ada disebutkan, bahwa pada zaman Raja Waturenggong terjadi sebuah intrik asmara antara putri Dalem yang dilahirkan dari istri penawing (selir) dengan Ida Bhujangga Guru, seorang guru spiritual puri dari Waisnawa. Sebenarnya Dalem Waturenggong memiliki empat keturunan: tiga putra dan seorang putri. Mereka itu adalah :
  • I Dewa Pamayun, 
  • I Dewa Ayu Laksemi, 
  • I Dewa Sagening dan 
  • I Dewa Ularan. 



I Dewa Ayu Laksemi dan I Dewa Ularan adalah putra dari selir.
  • I Dewa Pamayun dan I Dewa Saganing berguru kepada Brahmana Siwa, 
  • I Dewa Ayu Laksemi berguru kepada Brahmana Bhoda dan 
  • I Dewa Ularan berguru kepada Sang Bhujangga Waisnawa. 
Entah berapa lama mereka aguron-guron, hingga usia remaja Dewa Ayu Laksemi memekarkan musim asmaranya. Celakanya ia jatuh cinta pada Sang Bhujangga Waisnawa, dan sang guru ini juga mempunyai perasaan yang sama terhadapnya. Jadilah hubungan asmara itu terjadi, hingga membuat Brahmana Siwa dan Bodha marah. Demikian juga Dalem Waturenggong tak kepalang murkanya, serta merta bersiap mengambil senjata pusaka untuk membunuh sang Bhujangga. Sayang, rencana sang raja gagal, karena Sang Bhujangga telah membaca gelagat buruk itu. Jejaknya tak dijumpai lagi di Klungkung, dan ia mengungsi ke Gunung Sari yang kemudian menikahi Dewa Ayu laksemi.

Sejak intrik asmara yang merembet ke intrik politik ini terjadi, golongan Bhujangga tidak mendapat posisi istimewa lagi di Gelgel. Tidak cukup sampai di situ, kemudian kuat dugaan para rakawi lantas membuat suatu kisah yang menceritakan lenyapnya pengikut pemuja Dewa Air di Bali.

Cerita rekayasa sia-sia belaka, sebab sejak Mpu Kuturan meletakkan gagasan Desa Pakraman dengan khas Kahyangan Tiga, maka praktik Tri Murti Paksa kian kuat di Bali. Tiadalah mungkin lagi mendirikan dominasi satu sekte secara formal di atas sekte-sekte lain. Kecuali dalam ranah budaya yang saling campur-baur, akan nampaklah jejak-jejak warna praktik masing-masing sekte, itu pun tidak dalam wujudnya yang utuh lagi.

Kentalnya pesan-pesan faham Siwa dan Sakti dalam Usana Bali juga terdapat pada bagian setelah cerita Maya Danawa.
Dikisahkan ada seorang penguasa Bali lahir yang bernama Sri Aji Jaya Kasunu, namun awalnya tidak berminat menjadi raja. Ia selalu memuja dewata dan ketika tengah malam ia pergi ke Gandamayu melakukan semadi memuja Hyang Nini Batari (Dewi Durga). Seketika Dewi Durga datang dan bersabda, �Wahai Sri Jaya Kasunu, Aku memberitahukan engkau, ada pun yang menyebabkan setiap yang menjadi raja di Bali segera wafat, karena ia setiap Kala Tiga wuku Dungulan tidak melakukan upacara Abeyakala, tidak mematuhi tatakrama yang berlaku sejak zaman dulu kala, hal itu yang menyebabkan, setiap yang dinobatkan menjadi raja belum mencapai waktu dua tahun segera wafat, bersama rakyat di wilayah kekuasaannya meninggal dunia.


Karena para dewata menyebarkan wabah penyakit, oleh karena pura dan semua tempat suci dalam keadaan rusak, tidak seperti masa silam. Dan bila ananda berkeinginan untuk menjadi raja, maka anandalah yang patut memugar, memperbaiki pura tenpat suci untuk pemujaan, tunjukkan keteguhan sujud bhaktimu serta laksanakan yoga samadi, memuja para dewata. Lagi pula, apabila saat Kala Tiga wuku Dungulan yang jatuh pada hari Selasa Wage Dungulan , ananda patut melaksanakan upacara Abeyakala, yang diikuti bersama-sama oleh umat di Pulau Bali. Mereka agar bersenang-senang makan dan minum di wilayah desanya masing-masing dengan terlebih dahulu mempersembahkan sesajen di puranya masing-masing, serta menancapkan penjor di halaman depan rumahnya masing-masing, utamakanlah ananda mematuhi tata karma di masa silam.


Demikiaanlah diceritakan Sri Jaya Kasunu menerima anugerah dari Bhatari Durga, kemudian ia memerintah Bali dengan sentosa.


Titah Bhatari Durga itu kini dirayakan sebagai Penampahan Galungan, saat mana masyarakat mengadakan pesta makan dengan menyembelih babi atau hewan lain. Sekalian menancapkan penjor dan melangsungkan upacara Abyekala.


Sebagaimana diketahui, di masa silam di Bali terdapat banyak sekte: Saiwa, Ganapatya, Sora (Surya), Brahmana, Sakta, Pasupata, Waisnawa, dan lainnya. Kemudian setelah kedatangan Mpu Kuturan, semua sekte di Bali dilebur menjadi sistem pemujaan Tri Murti dengan ciri khas Kahyangan Tiga:



  • Pura Puseh sebagai tempat pemujaan Dewa Wisnu, 
  • Pura Desa sebagai tempat memuja Dewa Brahma dan 
  • Pura Dalem sebagai tempat memuja Dewa Siwa. 



Kahyangan Tiga ini ada di setiap Desa Pakraman. Toh dalam bentuk pura atau tempat suci, tiga dewa utama itu yang disembah sebagai manifestasi Tuhan dalam fungsi sebagai pencipta, pemelihara dan perehabilitasi, namun dalam praktik ritual dan pemujaan berbagai figur ista dewata (dewa yang dimuliakan) masing-masing sekte semuanya dipuja. Sebutlah menyembah Dewa Surya dalam acara kramaning sembah atau Nyurya Sewana para sulinggih setiap pagi. Demikian juga Ganesha dipuja dalam upacara pecaruan sebagai dewa penghancur semua halangan. Tapi dalam ritual yang berwarna praktik tantrik rupanya yang dominan adalah pengaruh faham Sakti, utamanya Bhima Bhairawa. Sebutlah misalnya upacara persembahan dengan darah seperti dalam caru, penggunaan arak-berem dalam tetabuhan, makanan lawar yang bercampur darah mentah, tabuh rah (sabung ayam), mudra (gerakan tangan bermakna mistik), mantra rahasia dan lainnya. Dan dalam amanat Usana Bali, khususnya cerita Jaya Kasunu dengan tegas menyebutkan kalau perayaan Galungan bersumber dari Dewi Durga, ista dewata pemuja Sakti (Dewi).


Demikian juga adanya anjuran untuk bersenang-senang dengan makan dan minum pada hari Penampahan Galungan (Selasa Wage Dungulan) adalah bagian dari ajaran Panca Makara Bhairawa. Ini hanya memberi jalan terang, bahwa kitab Usana Bali yang sekaligus memuat cerita Maya Danawa adalah disusun oleh pengikut Siwa dan Sakti. Pemuja Sakti bukan mewakili faham Tri Murti Paksa yang digiatkan oleh Mpu Kuturan. Wajar kemudian cerita Maya Danawa menggunggulkan ista dewata tertentu saja, bukan Dewa Tri Murti.


Dalam pandangan Guru Made Dama, kisah Maya Danawa yang menyindir lenyapnya pengikut air (penyembah Wisnu) di Bali adalah hal yang mustahil, karena praktik Hindu tidak bisa lepas dari kebudayaan air, di mana pun berada. Di India misalnya, umat Hindu melakukan penyucian diri di sungai Gangga, sedangkan di Bali berbagai ritual memanfaatkan tirta (air suci) untuk melaksanakan upacara. Bahkan agama Hindu di Bali dulu disebut agama tirta, agama air. Inilah unifikasi, berbagai faham telah bersatu padu dalam berbagai praktik keagamaan, sehingga tidak masanya lagi mengedepankan hegemoni salah satu sekte saja.


Galungan sendiri menurut Made Dama adalah perang dharma dan adharma dalam diri manusia itu sendiri. Ia berkaitan dengan ajaran hukum karma. Jika selama enam bulan itu kecenderungan-kecenderungan baik lebih banyak dikembangkan, maka dharma-lah yang menang. Namun, jika selama enam bulan itu justru hal-hal buruk mendominasi kehidupan seseorang, jelas tak layak merayakan kemenangan dharma pada hari Galungan. �Galungan adalah evaluasi karma selama enam bulan,� jelasnya, dan menambahkan tak ada hubungannya dengan cerita Maya Danawa.


Berbeda dengan ulasan Made Dama, di tempat terpisah Guru Besar Fakultas Sastra, Universitas Udayana, Prof. Dr. I Nyoman Weda Kusuma, MS menyatakan, Maya Danawa tidak bisa diuraikan menjadi maya-danu+wa. Karena berdasarkan etimologi dan tipologi kata, danawa itu adalah bahasa sanskerta kemudian diserap oleh bahasa Jawa Kuno. Danawa itu adalah kata tunggal yang berarti mahluk-mahluk gaib sejenis raksasa, daitya dan sejenisnya. Jadi menurut kaidah bahasa, mustahil kata danawa dipecah-pecah menjadi danu + wa, kecuali itu ulasan gaya bebondresan topeng.


Toh demikian, Weda Kusuma pun sependapat soal adanya misi politik keagamaan dalam mitologi Maya Danawa ini. �Dengan mitologi ini kemudian muncul keyakinan, bahwa Galungan harus dirayakan. Berarti apa yang diinginkan pembuat mitologi ini berhasil mencapai targetnya,� sebutnya. Ia pun menegaskan, persetruan sekte yang telah disintesiskan Mpu Kuturan menjadi Tri Murti Paksa kenyataannya belum mengakhiri persaingan tersebut secara sempurna. �Persaingan sekte itu terus berlanjut dengan mengambil saluran atau media baru, salah satunya lewat karya sastra,� jelas Weda Kusuma yang telah meneliti secara khusus kakawin Usana Bali yang bercerita tentang Maya Danawa.


Percaya atau tidaknya anda dengan pembuktian dari profesor-profesor diatas itu terserah anda ,tapi mitos hanyalah sekedar mitos.Entah itu mitos atau tidak asalkan mitos itu dapat mengajari kita arti dharma dalam agama hindu dan menjadi tuntunan umat kita hingga masih dalam jalan kebaikan sampai sekarang ,itu tidak masalah. 

"terkadang ilusi bisa menjadi motivasi dan pedoman"

artikel terkait : 


source:
 cakepane.blogspot.com
 hot news dharma

search key:
  • kebohongan mayadenawa
  • kebohongan mayadanawa
  • legenda mayadenawa
  • mengungkap kebohongan mayadanawa

Bali Dinobatkan Menjadi Pulau TERBAIK di Asia, Wow!! | SapaanBerita


tanah lot- keindahan bali


sapaanberita
- Bali dinobatkan menjadi pulau terbaik di Asia versi Majalah Travel+Leisure. Berdasarkan survei Majalah asal Amerika Serikat itu, Bali berada di urutan teratas pulau terbaik di Asia dengan skor 88,98. Pulau Dewata mengungguli Maldives (88,53), dan Phuket Thailand (79,22).

Sementara, untuk kategori di dunia, Bali menempati posisi kedua terbaik, di bawah Kepulauan Galapagos. Kepualauan yang terletak di Equador itu menjadi pulau terbaik di Dunia dengan skor 90,82.

Di bawah Galapagos dan Bali, pulau terbaik dunia diantaranya, Tasmania, Australia (88,32), Santorini, Yunani (87,93), Moorea, Polynesia (87,90), Maui, Hawaii (87,89), Kauai, Hawaii (87,88), Great Barrier Reef, Australia (87,31), dan Malta (86,90).

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengaku bangga Bali terpilih sebagai salah satu pulau terbaik dunia.

"Bangga sekali Bali terpilih sebagai salah satu pulau terbaik di dunia," kata Menteri Arief Yahya di Jakarta, Minggu (03/01/2016).

Ke depan, Arief menyatakan akan mempromosikan destinasi-destinasi wisata lain di Indonesia yang tak kalah cantiknya dengan Bali.

"Kita harus yakin potensi wisata kita sangat hebat, untuk destinasi snorkling, keindahan wisata selam bahkan Galapagos, yang terkenal itu, sudah berhasil kita kalahkan. Tidak tanggung-tanggung bahkan oleh dua destinasi kita yakni Rajaampat dan Pulau Komodo," katanya.

Travel + Leisure merupakan majalah travel bulanan yang berbasis di New York dengan 4,8 juta pembaca diterbitkan oleh Time Inc.

Semoga bali sebagai kategori terbaik ini berhasil mempertahankan predikatnya dan semoga pemerintah sadar bahwa investasi yg berlebihan mengatas namakan pariwisata ujung-ujungnya akan merusak ekosistem bali yg asri.

TAG: BALI INDAH , BALI PULAU TERBAIK DI ASIA , BUDAYA BALI

KEJANGGALAN-KEJANGALAN BOM BALI 1 YANG WAJIB ANDA KETAHUI !, Wow!! | SapaanBerita



kejanggalan misterius bom bali 1

Malam itu, Sabtu 12 Oktober, waktu menunjukkan pukul 23.30, sebagian besar penduduk kota Denpasar dan Kabupaten Badung mulai beranjak tidur. Tiba-tiba mereka dikejutkan oleh suara ledakan yang amat dahsyat. Ledakan itu menelan korban tewas 184 orang, 250 orang luka-luka, 47 bangunan hancur, dan ratusan mobil rusak berat. Getaran ledakannya terasa hingga 12 kilometer. Sedangkan bunyi ledakan terdengar hingga puluhan kilometer. Adapun aapnya tinggi menjulang ke awan hingga seratus meter, membentuk cendawan api raksasa yang sangat menyilaukan bahkan membutakan mata. Ledakan itu sendiri meninggalkan sebuah lubang besar berdiameter 5 x 4 meter dan kedalaman 1,5 meter. Itulah Bom Bali. Tepatnya terjadi di depan Kafe Sari Club dan Paddy�s Club, jalan Legian, Kuta, Bali.

Drama belum berakhir. Kasus Bom Bali masih menyisakan sejuta tanda tanya. Bahkan, tanda tanya itu bukannya berkurang, namun justru kian hari makin bertambah. Berbagai informasi dan analisa sangat simpang siur. Para pakar, pengamat, politisi, pejabat, dan juga aparat, mengeluarkan statemen yang saling berbeda satu sama lain. Ada nuansa keanehan dan kejanggalan di sana bagi yang mencermati kasus ini sejak awal. Ada di antara data dan informasi itu yang mengandung kebenaran (meskipun belum terbukti seratus persen), namun tak sedikit yang justru menyesatkan.

Bom Bali tidak berdiri sendiri. Ia berkaitan dan bahkan dikait-kaitkan dengan berbagai peristiwa sebelumnya. Tulisan ini hanya sekedar renungan tentang berbagai kejanggalan selama kasus ini belum terungkap; ada apa dengan Bom bali dan siapa sesungguhnya aktor intelektual di belakangnya.

Kejanggalan Pertama; Sosok Umar al-Faruq

Jauh hari sebelum Bali diguncang bom, Indonesia sempat diguncang dengan berita tertangkapnya seorang �teroris� bernama Umar al-Faruq di kawasan Bogor (05/06/02) oleh dinas intelijen Amerika. Peristiwa ini sungguh merupakan suatu tamparan memalukan sekaligus menyakitkan bagi bangsa Indonesia secara keseluruhan. Baik pemerintahannya, aparatnya, maupun umat Islam. Pemerintah tentu (seharusnya) malu dikatakan sebagai negara sarang teroris. Aparat malu karena kecolongan (tetapi tidak bisa berbuat apa-apa). Dan umat Islam sakit hati karena terorisme dikait-kaitkan dengan agamanya. Media massa pun lalu simpang siur memberitakan siapa sebenarnya sosok Umar al-Faruq ini berikut bumbu-bumbunya.

Dari sosok ini saja sudah muncul banyak sekali kejanggalan. Sebutlah misalnya; cara penangkapannya yang kontroversial, ekstradisisnya ke Amerika Serikat yang sangat mudah, pemberitaan tentang kewarganegaraannya, nama sebenarnya, penahanannya di Amerika, kesulitan aparat membanya kembali ke Indonesia, pengakuannya tentang jaringan terorisme internasional di Indonesia kepada CIA dan majalah TIME, tuduhannya terhadap Ustadz Abu Bakar Ba�asyir, tuduhannya terhadap TNI berada di belakang kasus Bom Bali, komentarnya bahwa bom yang meledak di Bali adalah dari jenis TNT yang nota bene milik TNI, dan sebagainya. Segala hal tentang Umar al-Faruq ini memang misterius dan mengundang tanya. Semua serba janggal.

Kejanggalan Kedua; Penutupan Kedubes dan Konjen AS

Hari-hari menjelang setahun peringatan peristiwa 11 September 2001, Amerika Serikat melakukan berbagai move (baca: teror) yang menyudutkan Indonesia. Amerika ingin mencitrakan bahwa Indonesia adalah negara yang tidak aman dan sarang teroris. Di antara tindakan Amerika yang menyakitkan, adalah ditutupnya Kantor Kedutaan Besar AS di Jakarta dan Kantor Konsulat Jendral di Surabaya (10/09/02). Tentang hal ini, Wapres Hamzah Haz mengatakan, �Tindakan itu dapat menimbulkan citra tidak baik bagi Indonesia. Tentu kita sesalkan.� (12/10/02)

Penutupan ini sendiri, sebagaimana diakui Dubes AS untuk Indonesia, Ralph L Boyce, memang untuk menghindari terjadinya ancaman teror. �Saya yakin ada ancaman, tetapi saya yakin aparat Indonesia dapat mengatasinya. Jadi, ancamana itu tidak akan menjadi kenyataan,� kata Boyce tanpa menjelaskan ancaman tersebut secara spesifik.

Bagaimanapun juga, pentutpan Kedubes dan Konjen AS itu tersa janggal. Pasti ada maksud-maksud tertentu di balik itu. Setidaknya, itu adalah bagian dari langkah-langkah Amerika untuk mencitrakan Indonesia sebagai negara yang tidak aman karena ada teroris di dalamnya. Terbukti, langkah Amerika tidak hanya berhenti sampai di sini, selanjutnya masih ada lagi peringatan dari Amerika kepada warganya dan orang-orang Barat agar jangan bepergian ke Yogyakarta. Kedutaan Amerika mengumumkan agar warga Maerika dan orang-orang Barat waspada, akrena daerah Yogyakarta akanmenjadi sasaran kekerasan dalam waktu dekat.

Namun, untuk menututpi kecurigaan orang Indonesia � terutama umat Islam, Ralph L Boyce melakonkan suatu peranan manis dalam rangka menarik simpati umat Islam. Dia melakukan safari kunjungan ke pondok-pondok pesantren, ke ormas-ormas Islam, dan melakukan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh Islam. Bahkan, sebagian di antara tokoh Islam ada yang dia kirimkan ke Amerika untuk diajak berdialog. Selain tiu, dia juga mencoba meberikan statemen-statemen yang �menyejukkan� kaum muslimin di Indonesia. �Front Pembela Islam (FPI), Laskar Jihad, dan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) bukan termasuk dalam jaringan terorisme internasional,� adalah sebagian dari kata-kata manisnya.

Kejanggalan Ketiga; Peringatan Amerika

Sebelum tragedi memilukan ini terjadi, pada tanggal 10 Oktober 2002 Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan kepada warganya di seluruh dunia untuk waspada. �Para teroris akan mengalihkan sasaran pada target yang lebih empuk, termasuk fasilitas di mana orang Amerika biasa berkumpul atau berkunjung, seperti klab malam, restoran, tempat ibadah, sekolah, atau acara rekreasi di ruang terbuka.� (Republika, 14/10/02)

Benar-benar janggal, kenapa Amerika memberikan warning kepada warganya hanya dua hari menjelang Bom Bali terjadi? Menurut pengamat intelijen, AC Manullang, �Kewaspadaan itu adalah bahasa politik. Dalam bahasa perang dan intelijen negara, waspada artinya tinggalkan.� Dengan adanya peringatan ini, bisa dimaklumi kemudian jika tak ada satu pun orang Amerika yang jadi korban (mati) di Bali. Tentu, orang-orang Amerika di Bali sudah pergi meninggalkan Bali terlebih dahulu begitu mendengar peringatan prakondisi ini dari pemerintahnya.

Yang juga patut menjadi catatan, dua hari sebelum Bali meledak, Dubes Amerika Serikat Ralph L Boyce, menemui Menkopolkam, Panglima TNI, dan Kapolri, untuk mendesak pemerintah Indonesia agar serius mengungkap pengeboman Teluk Betung dan fasilitas A di EXXon Mobil. Bukan tidak mungkin ada mata rantai antara kasus Bom Bali dengan apa yang dilakukan Amerika pada hari-hari menjelang kejadian.

Bahkan, menurut harian Taiwan News (15/10/02), pada hari Jum�at 11 Oktober 2002 � sehari sebelum kejadian, Amerika Sreikat telah memberitahu Ketua Kuomintang (parlemen Taiwan) Lee Chuan-Chio, bahwa pada tanggal 12 Oktober 2002 akan ada teror bom di Bali. Akan tetapi, pemerintah Taiwan tidak mengambil tindakan apa pun untuk menyelamatkan warganya yang berada di Bali.

Kejanggalan Keempat; Kapal AS Merapat di Bali

Beberapa hari menjelang hari H, kapal perang Amerika Serikat (AS) dan kapal perang Australia merapat di Pelabuhan Benoa, Bali. Sekadar informasi, Pelabuhan Benoa memang sering dilabuhi kapal perang asing, anmun kali ini lain dari biasanya. Saat kapal perang dari dua negara tersebut merapat, mereka langsung mensterilkan wilayah pelabuhan hingga radius 500 meter dari lokasi kapal. Pertanyaannya, mengapa mereka bisa berbuat demikian di wilayah kedaulatan Republik Indonesia? Ini hanya mungkin jika �pemain asing� tersebut bekerja sama dengan �pemain domestik�.

Apa yang dilakukan kapal perang tersebut dan mengapa mensterilkan lokasinya? Mencari jawaban atas pertanyaan ini dan hubungannya dengan ledakan sangat kuat yang terjadi kemudian di Legian, Bali, bukan pekerjaan mudah. Namun, satu artikel hasil investigasi Joe Vialls -seorang pakar bahan peledak dan investigator independen Australia- agaknya mengungkapkan hubungan ini.

Dalam tulisan yang dilengkapi film berformat real-player, Vialls mengungkapkan bahwa satu-satunya cara yang dianjurkan untuk membawa bahan peledak berjenis Special Atomic Demolition Munition (SADM) -micro nuke- adalah lewat laut, bahkan lewat bawah laut. Lewat jalur inilah yang paling tinggi tingkat keamanannya. Belakangan, ketika kepolisian Indonesia menyatakan bom Bali adalah bom dari karbit, Vialls berkomentar pendek, �Itu analisis idiot murni!�

Kembali ke persoalan kapal perang asing. Apakah itu berarti kapal tersebut tengah membawa SADM dan melakukan �bongkar barang� ketika merapat di Pelabuhan Benoa? Bisa jadi. Upaya sterilisasi lokasi kapal hingga radius 500 meter memperkuat analisa ini. Bukan msutahil, di sinilah terjadi perpindahan tangan, dari �pemain asing� ke �pemain domestik�. (Sabili, No. 10 Th. X 28/11/02)

Kejanggalan Kelima; Jenis Bom yang Digunakan di Bali

Sampai detik ini, belum diketahui secara pasti, jenis bom apa yang dipergunakan untuk meledakkan Bali. Sebetulnya, kecenderungan masyarakat sudah menguat dan mengarah kepada satu jenis bom, yaitu C-4. C-4 inilah yang merupakan kesimpulan pertama polisi tentang jenis bom yang dipergunakan di Bali. Media massa juga ramai-ramai memberitakannya. Diberitakan pula, bahwa hanya negara-negara tertentu -terutama Amerika Serikat- yang mampu merakit dan biasa menggunakan bom ini. Namun, kesimpulan ini dibantah oleh Amerika. Bagai tersengat listrik, Amerika -melalui Dubesnya di Jakarta, Ralph L Boyce, memberikan pernyataan bahwa jenis bom yang digunakan di Bali bukan dari jenis C-4. Ralph juga menampik tuduhan keterlibatan Amerika dalam peledakan Bali. Entah kenapa, polisi kemudian mengubah hasil temuannya itu menjadi jenis bom yang lain. Dari sinilah, jenis bom Bali mulai berganti-ganti.

Selanjutnya, polisi menyatakan berhasil mengidentifikasi jenis bom tersebut. Bom itu jenid RDX. �RDX adalah turunan dari komposisi AMX dan nitrat yang memiliki daya ledak sangat besar,� kata Kapolda Bali, Brigjen Pol. Drs. Budi Setyawan, MSc. (Media Indonesia, 17/10/02). Sementara itu, Kabahumas Polri Irjen Saleh Saaf mengatakan, berdasarkan penyelidikan Puslabfor mabes Polri, menyebutkan bahwa bom yang meledak di jalan Legian berjenis C-4 dengan unsur RDX dan TNT.

Kesimpulan tentang jenis bom terus berkembang. Dari Amerika, Umar al-Faruq �bernyanyi�, bahwa bom yang meledak di Bali adalah dari jenis TNT. Tiba-tiba, polisi pun menyatakan bahwa bom di Bali dari jenis TNT! Kontan saja kesimpulan ini mengundang reaksi keras dari kalangan TNI. Sebab, TNI memang biasa menggunakan bahan peledak dari jenis ini. Kepala Staf TNI Angkatan darat (KSAD) Jendral Rymizard Ryacudu, menyatakn keyakinannya bahwa bom yang meledak di Bali adalah buatan luar negeri dan bukan buatan orang Indonesia.

Belakangan, polisi berkeyakinan bahwa bom yang meledak di Bali berasal dari karbit! Menurut Kapolda Jatim, Irjen Pol Heru Susanto, �Bisa jadi bahan kimia ini (las karbit)digunakan Amrozi untuk aksi pengeboman di Bali.� Heru yakin bahwa Amrozi menggunakan bahan kimia tersebut sebagai bahan pembuatan bom Bali. Karena menurutnya, jenis bom yang meledak di Bali itu bukan jenis C-4 apalagi mengandung unsur mikronuklir. (Republika, 11/11/02)

Ada semacam nuansa dan kecenderungan, aparat berupaya mengarahkan bahwa pelakunya adalah lokal. Orang Indonesia. Maka, agar logis, dikatakanlah bahwa bom tersebut dari jenis karbit, sebab orang lokal pun bisa merakit dan meledakannya. Polisi menolak bom Bali dari jenis C-4, apalagi mengandung unsur mikronuklir. Artinya, mustahil peledakan itu dilakukan oleh Israel, Amerika, Inggris, atau Australia. Luar biasa. Bom sedahsyat itu dibilang dari karbit. Kita dibuat bingung dan tidak mengerti. (Sabili, No. 10 Th. X 28/11/02)

Kejanggalan Keenam; Kematian Saksi

Yang ini jangan dilupakan. Ketika penyelidikan kasus Bom Bali masih berlangsung, salah seorang saksi kunci bernama Kadek Alit Margarini (23 tahun) meninggal dunia dalam perjalanan di atas pesawat milik tim medis Australia. Kadek dievakuasi paksa oleh tim medis Australia dari RSUP Sanglah. Saat dirawat, ia mengaku melihat seseorang meletakkan bungkusan di Kafe Paddy�s sebelum ada ledakan. Rencananya, Kadek akan dirawat di RS Royal Darwin.

Sebab-sebab kematian Kadek belum diketahui hingga kini. Apakah karena sakit yang dideritanya atau sebab-sebab lain. Belum ada laporan resmi dari tim medis Asutralia. Menurut Ketua Tim Medis RSU Sanglah, dr. Tjakra Wibawa, pemaksaan ini dilakukan tim medis Australia dengan alasan pesawat mereka dilengkapi dengan air ambulance. Padahal saat itu tim medis Indonesia menginginkan agar kondisi korban stabil dahulu dan baru dibawa ke Australia.

Sikap Australia ini cukup aneh. Sebab tim medis Indonesia juga asnggup menangani para korban. Apalagi -sebagaimana kata Tjakra, penanganan korban dilakukan dengan melibatkan tenaga medis asing yang ahli di bidangnya. �Kami bukan politisi, kami bekerja sesuai hati nurani untuk menyelamatkan para korban tanpa memandang dari mana dia berasal,� katanya. Mayat Kadek sendiri, diperabukan di Australia tanpa minta izin dari keluarganya.

Kini, salah seorang saksi kunci yang masih bisa diharapkan keterangannya adalah Dessy Widiawati (25 tahun), wanita WNI yang bersuamikan pria Australia, lulusan SMU Negeri 5 Jember, Jawa Timur. Saat ini ia dirawat di Rumah Sakit Concord Horpital, Sydney, Australia. Tetapi, ia tidak betah di sana dan selalu minta pulang. Namun permintaan itu tidak dikabulkan oleh tim dokter yang merawatnya. Ia menderita luka bakar. Sepanjang hari kamarnya selalu dijaga polisi Australia. (Republika 25/10/02, dan Tempo 10/11/02)


Kejanggalan Ketujuh; Hilangnya Empat Mayat Warga Australia

Kabar tentang hilangnya empat mayat warga Australia yang diduga sebagai anggota pasukan keamanan (Australia) masih terus menyelimuti RS Sanglah, Bali. Ada sesuatu yang dikhawatirkan, ada kemungkinan penyelidikan kasus Bom Bali menuju ke arah lain. Sejumlah dokter dan perawat yang yang mengurus identifikasi dan evakuasi mayat korban ledakan Bali mengungkap tentang hilangnya empat mayat itu. Empat mayat yang diangkat dari lokasi kejadian tidak masuk ke ruang penampungan jenazah RS Sanglah. �Kemungkinan langsung dibawa ke Australia,� kata salah seorang anggota tim medis.

Sujauhar, anggota Jaringan Relawan Kemanusiaan Bali (JRKB) yang menangani para jenazah, mengatakan bahwa kabar hilangnya empat jenazah tersebut benar adanya. Menurutnya, sejumlah perawat disuruh diam mengenai hal ini. Namun, Direktur RS Sanglah membantah. Ia mengaku hanya meminta perawat agar tidak memberikan informasi yang salah kepada wartawan. Bukan untuk bungkam.

Ada yang janggal di sini. Kenapa empat jenazah warga Australia tersebut sampai hilang? Padahal, proses pendataan para korban tidaklah serumit yang diperkirakan orang. Apalagi ada ahli forensik dengan peralatan canggih yang ikut terlibat dalam penanganan korban. Kalaupun toh terjadi kesalahan, kecil sekali kemungkinannya. Ada yang mengatakan, bahwa empat mayat tersebut merupakan bukti penting dalam penyelidikan atau setidaknya memiliki kaitan erat dengan kasus Bom Bali. Dengan begitu, hilangnya empat mayat itu bisa jadi disengaja untuk alasan tertentu. (Republika, 12/11/02)

Kejanggalan Kedelapan; Lahirnya Perppu Antiterorisme

Sabtu dini hari, 19 Oktober 2002, Menteri Kehakiman dan HAM Yusril Ihza Mahendra mengumumkan lahirnya Perppu Antiterorisme. Pemerintah RI mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No. 1 tentang Tindak Pidana Terorisme dan Perppu No. 2 Tahun 2002 tentang Pemberlakuan Perppu No. 1. Setelah itu, ramailah pro-kontra di kalangan masyarakat menanggapi kemunculan Perppu ini.

Munculnya Perppu apa pun, sebetulnya merupakan hal yang biasa. Itu adalah hak prerogatif presiden untuk mengeluarkannya. Masalahnya, kali ini materi Perppu-nya adalah tentang terorisme dan bertepatan dengan sedang gencar-gencarnya Amerika memojokkan Indonesia dengan isu terorisme. Tampaknya, Amerika sudah kehabisan cara untuk membuat Indonesia agar serius memerangi terorisme, meskipun sudah banyak peristiwa bom-bom meledak yang terjadi di berbagai tempat, Indonesia masih belum juga membuar aturan khusus tentang terorisme. Lalu, -konon katanya- direkayasalah peledakan bom di Bali yang memakan ratusan korban meninggal. Dan ampuh. Tidak berapa lama setelah itu, lahirlah Perppu Antiterorisme yang lama telah dinanti-nati oleh Amerika Serikat.

Banyak pihak -terutama kalangan Islam- menilai, ada kejanggalan di balik lahirnya Perppu Antiterorisme ini. Sebab, memang sebenarnya Perppu ini tidak perlu dibuat karena di dalam KUHP sudah terdapat pasal-pasal yang dapat digunakan untuk kasus semacam ini. Belum lagi dikhwatirkan Perppu ini nanti akan memasung HAM dan kebebasan demokrasi. Bahkan, muncul dugaan adanya intervensi (baca: tekanan) dari pihak asing -Amerika dan sejumlah negara Barat- dalam proses percepatan lahirnya Perppu tersebut. Mereka sengaja melakukan intervensi ini dengan maksud agar aktivitas gerakan Islam yang selama ini radikal dan dapat membahayakan dominasinya, segera menjadi loyo, jinak, dan gampang diatur.

Satu hal yang sulit dipungkiri tentang tudingan adanya tekanan asing dalam proses kelahiran Perppu Antiterorisme adalah tindakan kepolisian yang hendak menahan Abu Bakar Ba�asyir dalam waktu yang hampir bersamaan. Sebagaimana dimaklumi, beberapa saat setelah diberlakukannya Perppu ini, tiba-tiba Abu Bakar Ba�asyir menerima surat penahanan dari pihak kepolisian, bernomor SpHan/22/X/2002/pidum. (Forum Keadilan, 29-03/11/02)

Dan yang tak kalah janggal; Perppu Antiterorisme ini sama sekali tidak membahas definisi terorisme itu sendiri. Bagaimana mungkin, definisi terorisme tidak ada, tetapi perlakuan hukumnya ada? Terorisme yang seperti apa yang dimaksud dalam Perppu ini? �Kita tidak membuat definisinya karena akan sia-sia,� kata Yusril beberapa hari sebelum tragedi Bom Bali terjadi, usai rapat konsultasi pemerintah dan pimpinan DPR. (Media Indonesia, 08/10/02)

Kejanggalan Kesembilan; Kenapa Mesti al-Qaidah?

Menhan Matori Abdul Djalil tak perlu membutuhkan waktu cukup lama untuk menebak siapa pelaku di belakang peristia Bom Bali. �Itu adalah al-Qaidah. Jaringan al-Qaidah yang ada di Indonesia,� katanya enteng.
Apa yang dikatakan Matori ini sama persis dengan sikap Amerika Serikat dan Barat (termasuk Australia) yang langsung menuduh al-Qaidah berada di balik peristiwa peledakan Bali. Mereka menuduh bahwa di Indonesia terdapat jaringan terorisme internasional. Dan -masih menurut perspektif mereka, Abu Bakar Ba�asyir adalah pentolan kelompok teroris ini.

Baik Matori, Amerika, Australia, maupun Barat, semuanya tidak mau tahu dengan fakta-fakta dan bukti di lapangan. Padahal, ada petunjuk-petunjuk yang mengarahkan vahwa pelakunya adalah profesional. Bukan al-Qaidah. Dilihat dari jenis bom yang dipergunakan, ataupun fakta-fakta tentang hilir-mudiknya kapal dan intel asing di Bali, semestinya hal ini bisa dijadikan sebagai petunjuk untuk mengarahkan kepada pelaku sesungguhnya. Selain itu, tidak ada satu pun bukti yang menunjukkan bahwa itu adalah perbuatan al-Qaidah.

Dua hal yang perlu dicermati. Pertama; Amerika ingin memaksakan opini kepada dunia tentang keberadaan teroris di Indonesia dengan berbagai cara. Termasuk dengan adanya peristiwa Bom Bali ini. Amerika ingin memberikan imej buruk, bahwa Indonesia adalah sarang teroris. Dan kedua; Amerika ingin membuat opini tentang keberadaan al-Qaidah, seolah-olah al-Qaidah memang benar-benar ada. Padahal, sebenarnya tidak pernah ada organisasi bernama al-Qaidah. Usamah bin Ladin sama sekali tidak pernah menamakan kelompoknya sebagai al-Qaidah. Al-Qaidah adalah murni penamaan dari Amerika Serikat. Setelah dengan seenaknya memberikan nama al-Qaidah kepada kelompok Usamah bin Ladin, dengan semena-mena kemudian Amerika memberikan label teroris kepada al-Qaidah. Pertanyaannya; kalau al-Qaidah adalah teroris, lalu Israel itu apa? Mbahnya teroris??!

Ada hal yang menjadi tanda tanya dalam hal ini. Menurut Ketua Tim Koordinasi Penyidikan Kasus Bom di Bali, Irjen Pol I Made Mangku Pastika, �Berdasarkan bukti-bukti yang didapat di tempat kejadian, seperti sempurnanya rencana peledakan bom dan banyaknya korban yang tewas, tidak ada yang mampu melakukan tindakan tidak berperikemanusiaan itu selain al-Qaidah dan Jamaah Islamiyah (JI).� Masih menurut Made, bahwa dari hasil penyelidikan, terdapat empat kelompok yang dicurigai, yaitu; al-Qaidah, JI, kelompok persaingan bisnis, dan gembong narkoba. (Media Indonesia, 28/10/02)

Aneh. Kenapa hanya empat kelompok ini yang dicurigai? Kenapa kesimpulan Made berbeda jauh dengan pendapat para pakar yang mensinyalir adanya peran CIA (AS), FAOG (AS), Mossad (Israel), MI-6 (Inggris), dan ASIG (Australia), termasuk juga peran siluman intelijen dalam negeri? Memangnya yang bisa melakukan tindak tidak berperikemanusiaan hanya al-Qaidah dan JI? Ah, yang bener aja, Pak�

Kejanggalan Kesepuluh; Senyum Amrozi bersama Kapolri

Hasil gambar untuk misteri bom bali

Suatu pemandangan yang amat sangat langka, bahkan mungkin belum pernah terjadi dalam sejarah per-�polisi�-an Indonesia, seorang Kapolri menemui tahanan! Sungguh hebat Amrozi. Entah bagaimana dan karena apa dia bisa mendapatkan �anugerah� seperti itu. Kapolri bukan sekadar menemuinya, tetapi juga sempat beberapa saat mengadakan �wawancara eksklusif� dengannya. Yang lebih heboh lagi, Kapolri menyempatkan diri terbang dari Jakarta menuju Bali untuk berjumpa dengan Amrozi Sekali lagi; dari Jakarta ke Bali! Wajar, jika kemudian Rakyat Merdeka -salah satu surat kabar harian ibu kota paling sensasional (15/11/02)- mengusulkan pemberian penghargaan jurnalistik untuk Kapolri. Karena, dia dianggap berjasa telah mewakili para wartawan untuk mewawancarai Amrozi.

Juga dapat dimaklumi, jika Menlu Australia marah-marah dan mengkritik Kapolri yang bersedia menemui Amrozi. Apalagi jelas-jelas terlihat di layar kaca, bagaimana �pertemuan� itu berlangsung hangat dan penuh �canda ria�. Mungkin saking jengkelnya dikarenakan kejanggalan �peristiwa bersejarah� itu, PM Australia pun menelpon Presiden Megawati, menyesalkan dan mempertanyakan adanya pertemuan itu.

Sungguh aneh dan mengundang tanya, kenapa sampai Kapolri datang menemui Amrozi? Siapakah Amrozi sebenarnya? Sedangkan Habib Rizieq Shihab (Ketua Umum Front Pembela Islam � FPI) saja yang ditahan Polda Metro Jaya selama 21 hari, sama sekali tidak pernah bertemu (apalagi ditemui) Kapolda Irjen Makbul Padmanegara. Demikian pula dengan Abu Bakar Ba�asyir, meskipun berkali-kali berurusan dengan aparat kepolisian, sama sekali beliau belum pernah ditemui oleh Kapolri. Ditemui Kapolda (baik Kapolda Jateng ataupun Kapolda Metro Jaya) pun juga belum pernah. Padahal siapa pun tahu siapa beliau. Beliaulah figur sentral tokoh Islam yang sedang ramai dibicarakan akhir-akhir ini.

Ja�far Umar Thalib juga sama sekali belum pernah ditemui Kapolri selama berada di tahanan Polda. Dibandingkan Amrozi, jelas Ja�far jauh lebih berbobot dan berpengaruh, baik dari segi keilmuan ataupun penguasaan massa. Namun demikian, Kapolri merasa tidak perlu menemuinya. Meskipun Wapres Hamzah Haz datang menjenguknya.

Bahkan, orang sekaliber Tommy Soeharto pun ternyata kelasnya masih berada di bawah Amrozi. Tommy yang waktu itu menjadi tahanan Polda Metro, hanya ditemui oleh Kapolda Sofyan Jacob. Tidak sampai Kapolri. Sekalipun pertemuannya dengan Kapolda terlihat sangat akrab.

***

Di atas hanyalah sebagian dari kejanggalan-kejanggalan yang terasa. Masih ada dan bahkan banyak lagi kejanggalan-kejanggalan lain yang mengundang tanya. Sebutlah misalnya penetapan nama Jamaah Islamiyah (JI) oleh PBB sebagai organisasi teroris, padahal tidak ada organisasi yang bernama Jamaah Islamiyah di Indonesia. Yang ada hanya Islam Jamaah. (Kalau Islam Jamaah yang ini, silahkan saja kalau mau dibubarkan. Karena berdasarkan fatwa MUI dan SK Jaksa Agung (08/D.A/10.1971), organisasi ini (sekarang berganti nama LDII � Lembaga Dakwah Islam Indonesia) adalah gerakan sesat dan menyesatkan serta secara resmi dilarang di seluruh Indonesia).

Kemudian tentang pemberian bantuan Amerika Serikat kepada Indonesia dua bulan sebelum terjadinya Bom Bali sebesar 50 juta dolar untuk memerangi terorisme. Itu pun baru babak pertama. Masih ada bonus tambahan lagi jika Indonesia sungguh-sungguh dan serius dalam menangani terorisme di tanah air.

Kesimpang-siuran pelaku peledakan Bom Bali. Semuanya serba tidak jelas. Tidak mungkin orang sekelas Amrozi dan semacamnya sanggup merakit bom berkekuatan sedahsyat bom di Bali. Belum lagi kekeliruan polisi ketika menangkap tersangka pelaku, namun ternyata orang tersebut adalah orang yang tidak waras Aneh. Kenapa orang waras tidak bisa membedakan antara orang gila dan tidak gila.

Penahanan, penangkapan, dan penetapan Ba�asyir sebagai tersangka dengan tuduhan yang serba tidak jelas, tidak masuk akal, dan tidak terbukti, juga turut mengundang seribu pertanyaan. Janggal.

Ada lagi tentang surat Presiden Filipina Gloria Arroyo Macapagal yang penuh dengan nuansa kebencian dan permusuhan terhadap agama dan umat Islam, rapat intelijen lokal sebelum terjadinya peristiwa Bom Bali, film propaganda Amerika tentang kedamaian hidup umat Islam di sana, padahal realitanya adalah seratus delapan puluh derajat berbeda dari yang ada dalam film dusta tersebut, dan lain sebagainya.

Kejanggalan-kejanggalan di seputar kasus Bom Bali dan terorisme ini memang banyak. Bahkan terkadang sulit dicerna akal sehat.

Sumber: ZA Maulani dkk, �Terorisme dan Konspirasi Anti Islam�, Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, Cet. kesatu, 2002, hal 177-191

Setiap di Desa ini membuat Ogoh-ogoh , pasti hidup !, Wow!! | SapaanBerita



ogoh-ogoh kebudayaan khas bali

Latarbelakang


Ogoh-ogoh adalah karya seni patung dalam kebudayaan Bali yang menggambarkan kepribadian Bhuta Kala. Dalam ajaran Hindu Dharma, Bhuta Kala merepresentasikan kekuatan (Bhu) alam semesta dan waktu (Kala) yang tak terukur dan tak terbantahkan.

Dalam perwujudan patung yang dimaksud, Bhuta Kala digambarkan sebagai sosok yang besar dan menakutkan; biasanya dalam wujudRakshasa.

Selain wujud Rakshasa, Ogoh-ogoh sering pula digambarkan dalam wujud makhluk-makhluk yang hidup di Mayapada, Syurga danNaraka, seperti: naga, gajah,, Widyadari, bahkan Dalam perkembangannya, ada yang dibuat menyerupai orang-orang terkenal, seperti para pemimpin dunia, artis atau tokoh agama bahkan penjahat. Terkait hal ini, ada pula yang berbau politik atau SARA walaupun sebetulnya hal ini menyimpang dari prinsip dasar Ogoh-ogoh. Contohnya Ogoh-ogoh yang menggambarkan seorang teroris.

Dalam fungsi utamanya, Ogoh-ogoh sebagai representasi Bhuta Kala, dibuat menjelang Hari Nyepi dan diarak beramai-ramai keliling desa pada senja hari Pangrupukan, sehari sebelum Hari Nyepi.

Menurut para cendekiawan dan praktisi Hindu Dharma, proses ini melambangkan keinsyafan manusia akan kekuatan alam semesta dan waktu yang maha dashyat. Kekuatan tersebut meliputi kekuatan Bhuana Agung (alam raya) dan Bhuana Alit (diri manusia). Dalam pandangan Tattwa (filsafat), kekuatan ini dapat mengantarkan makhluk hidup, khususnya manusia dan seluruh dunia menuju kebahagiaan atau kehancuran. Semua ini tergantung pada niat luhur manusia, sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia dalam menjaga dirinya sendiri dan seisi dunia.

Ogoh-ogoh diarakkan pada sehari sebelum Hari Raya Nasional Nyepi atau dikenal juga dengan Pengerupukan. 

Tapi,Di kala hampir seluruh banjar di Bali kini sibuk membuat ogoh-ogoh, banjar-banjar di Desa Pakraman Renon, Denpasar malah sepi. Memang, warga di desa ini memang berpantang membuat ogoh-ogoh. Konon, saban kali dibuat, ogoh-ogoh di desa ini hidup. 





Larangan Pembuatan Ogoh-ogoh

ogoh-ogoh bangkung (babi besar)



Menurut cerita yang berkembang di kalangan warga setempat, setiap kali membuat ogoh-ogoh, selalu saja ogoh-ogoh yang dibuat hidup. Karenanya, warga Renon menganggap membuat atau pun mengarak ogoh-ogoh sebagai suatu hal yang bisa menimbulkan bencana bagi daerahnya.

Saat pertama kali ogoh-ogoh diperkenalkan di Bali sebagai pelengkap malam pengerupukan menjelang Nyepi, warga Renon juga ikut membuat ogoh-ogoh. Saat itu, Banjar Tengah membuat ogoh-ogoh berwujud babi.

Namun, beberapa jam sebelum pengarakan ogoh-ogoh dimulai yakni saat Ida Bhatara masineb di Bale Agung setelah nyejer selama tiga hari sejak pelaksanaan melis, tiba-tiba saja penari Baris Cina yang merupakan tarian sakral warga Renon kerauhan. Pada saat yang sama muncul kegaduhan di banjar-banjar yang membuat ogoh-ogoh.

Banyak warga melihat wujud ogoh-ogoh itu hidup. Seperti wujud babi hidup menjadi babi dan wujud ular hidup menjadi ular sehingga membuat para pengaraknya takut.

Saat itulah muncul pamuwus (pawisik) dari Ida Batara melalui para penari Baris Cina yang kerauhan bahwa Renon tidak boleh membuat ogoh-ogoh. Ida Batara tidak berkenan di wilayah Desa Renon terdapat boneka raksasa itu.

Meski begitu, beberapa tahun yang lalu ada sekelompok warga Renon yang mencoba-coba membuat ogoh-ogoh. Pembuatan ogoh-ogoh ini dilakukan secara berkelompok di luar organisasi banjar atau sekaa teruna (ST). Tak dinyana, ogoh-ogoh itu juga hidup.

Karenanya, ogoh-ogoh itu tidak jadi diarak berkeliling desa tetapi langsung dibakar. Mereka takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan jika ogoh-ogoh itu tetap diarak.

Kejadian terakhir itu makin menguatkan keyakinan warga Renon untuk tidak lagi mencoba-coba membuat ogoh-ogoh, meskipun di desa-desa lain warganya menikmati kemeriahan dan megehan ogoh-ogoh. Bila pun punya keinginan untuk menyaksikan ogoh-ogoh, warga Renon akan datang ke desa lain untuk sekadar menonton.

Pantangan membuat ogoh-ogoh itu sendiri tidak tercantum dalam awig-awig tertulis Desa Pakraman Renon. Pantangan ini hanya berupa aturan tidak tertulis yang sudah dipahami dan dimaklumi warganya. Tak jarang aturan tidak tertulis jauh lebih kuat meresap di benak warga tinimbang aturan tertulis, memang.


KESIMPULAN

Ogoh-ogoh adalah salah satu kebudayaan seni tradisonal dengan mengarak boneka raksasa keliling desa yang bertujuan untuk mengusir bhuta kala ataupun meniru penampilan kala . Tapi tidak semua daerah yang cocok dengan kebudayaan yang unik ini ,seperti contoh di desa renon,desa pekraman selat ,dan masih ada banyak desa yg melarang seni ogoh-ogoh ini.
Tentu saja mereka memiliki alasan yang kuat ,di setiap daerah pasti memiliki ida bhatara yg melinggih di tempat masing-masing dan jika ida bhatara tidak berkenan tentu ini akan menjadi musibah bagi desa itu sendiri jika pengarakan ogoh-ogoh tetap dilanjutkan.
Melanjutkan kebudayaan dan seni tradisional itu wajib tapi tetap turuti nasihat pengelingsir dan krama adat masing-masing , jangan sampai perbedaan pendapat tentang Kebudayaan dengan Awig-awig dapat membuat perpecahan antar Hindu. 



Source :

Wikipedia
balisaja.com
Buku Seni Daerah

Baca Juga:


tag: ogoh-ogoh ini bisa hidup , ogoh-ogoh seram , ogoh-ogoh hidup di renon , renon larang pembuatan ogoh-ogoh , ini alasan renon tidak membuat ogoh-ogoh , desa ini larang keras ogoh-ogoh



Geger! Manusia Robot dari Bali , Wow!! | SapaanBerita

Geger! Manusia Robot dari Bali , Wow!! | SapaanBerita

IRONMAN BALI , TAWAN



Tawan alias I Wayan Sumardana adalah seorang pria asal Karangasem yg belakangan ini mendadak terkenal akibat Tangan Robotic yang ia buat.
Nah kenapa ya dia bisa sejenius itu dan Gimana asal mula terbentuknya tangan itu ?

Karena kebetulan penulis berada di kabupaten karangasem yakni daerah tempat Bli Tawan ini ,tapi anehnya d kabupatennya sendiri jarang orang yg tau Tawan kecuali yg suka browsing / suka mantau media massa.
Bapak Tiga anak ini adalah seorang Tukang Las di Banjar Tauman tepi jalan Candidasa � Tenganan Pageringsingan yg divonis dokter akibat Stroke ringan di lengan kirinya.
Semua berawal pada suatu pagi ,Tawan terbangun dari tidurnya namun segera berteriak-teriak memanggil istrinya (Sudiartini.29) sambil bertanya dimana tangannya.Sontak istri tawan kaget dan melihat sang suami tidak dapat menggerakkan tangannya lagi.
Sejak saat itu hidup tawan sudah pasrah ,berbagai pengobatan ia telah lakukan mulai dari Tradisional hingga Obat-obatan, namun karena kendala ekonomi yg miskin Tawan cuma bisa gigit jari dan tak mengoprasi tangannya. 

Tapi sekarang dia dapat bangkit dari keterpurukannya !
Dengan support dari Istri dan anaknya tawan berhasil menciptakan sebuah lengan robot dengan teknologi EEG dan uniknya lagi Lengan Robot ini dibuat dengan bahan rongsokan.
�Saya buat alat ini selama dua bulan. Saya buat sejak dua minggu begitu saya dinyatakan lumpuh. Setidaknya dengan ini bisa jadi bekal hidup saya menyekolahkan tiga anak laki-laki saya,� harapnya.
Benar-benar semua terbuat dari rongsokan ,mulai dari Bahan Komputer,Onderdil motor ,Dinamo,Gear dan sebuah Slop yg menutupi tangannya,�Alat ini saya ciptakan untuk aktivitas saya. Ada sebagian yang saya buat dan sebagian saya beli. Dan saya rangkai sendiri,� ucapnya.Berbekal barang-barang tersebut ditambah pengalamannya di lulusan STM Rekayasa dan juga sebuah situs yg memberikan Informasi merancang alat sejenis robot untuk Lengan maka terbentuklah Lengan Robotic Buatannya tersebut.

Lengan itu walau terbuat dengan bahan rongsokan tapi ada satu komponen yg membuat lengan itu berjalan sesuai perintah otak,yaitu sensor EEG yang ia beli secara online dari AS .
Alat ini berfungsi sebagai sensor otak yg dipasang di kepala dan punggungnya untuk memberikan perintah melalui gelombang/sensor ke lengan kirinya .Untuk memuluskan gerak alat tersebut, Tawan memasang satu unit CPU komputer pun dipasang di bagian belakang tubuhnya. Fungsinya sebagai penggerak dari sensor di kepala. Tuning potensio merupakan rangkaian pengolah input dan output mikro kontroler. �Infra merah, sensor ultrasonik, dan sensor jumlah putaran dinamo ini adalah rangkaian penguat power. Ada pula EEG. Semuanya tersambung ke dinamo agar dapat bekerja secara maksimal,� jelasnya.

Untuk kinerja lengan robot tawan sudah ia buktikan di kehidupan sehari-harinya ,bahkan ia dapat mengangkat benda sampai 10kg lebih dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya benar-benar tidak kuat mengangkat benda seberat itu.
tawan sedang mengistirahatkan lengan robotnya




Kesimpulan

Anda dapat percaya atau tidak ,boleh berpendapat /mengkritik,boleh heran dengan yg tawan capai.
Tapi apapun itu,kita sebagai Manusia yg lahir di Negara Indonesia harus menghargai sekecil apapun karya anak bangsa.Untuk Anda yg mencaci atau membully tawan di media online ,hargai dulu bli tawan yg bekerja keras menghidupi istri dan ketiga anaknya walau dengan lengan yg lumpuh hingga berhasil membuat sesuatu yg membuat kalian heran.

"Mati to aluh,yen idup meselselan jeg sengsara,ne paling luung BERJUANG "
"Mati itu mudah,jika hidup mengeluh pasti sengsara,jalan terbaik adalah BERJUANG "






tag: 

Tawan,manusia robot karangasem bali

Ironman Bali , Tawan si Ironman Bali , Fakta unik Ironman Bali , Latar belakang Tawan Si Ironman Bali